Labels
- Cerpen (4)
- Coretankuh (7)
- Diary Sepi (16)
- Essai (3)
- Kontemplasi (2)
- Menenun Jalinan Cinta (3)
- Refleksi dan Inspirasi (4)
Sinuba Sinukarsa
Blog Archive
Powered by Blogger.
Popular Posts
Thursday, August 12, 2010
Rokok riwayatmu
11:37 AM | Diposkan oleh
Salman
Rasa-rasanya sudah hampir setiap
tempat di sudut negeri ini tak lepas dari promosi dagang tentang rokok. Di
Koran, televisi, billboard, selebaran, brosur, radio bertebaran dimana-mana
seakan membanjiri hidup kita. Outdoor advertising semakin menggila seperti tak
ada ruang kosong yang tidak ada iklannya. Apalagi negeri kapitalis semacam Indonesia .
Menyoal tentang rokok memang ada
dua hal yang selalu bertentangan. Kepentingan ekonomi/ bisnis versus
kepentingan kesehatan. Rokok merupakan pemasok devisa yang begitu menggiurkan
bagi negara. Pendapatan dari cukai yang begitu besar, serapan tenaga kerja yang
dapat mengikis angka pengangguran membuat pemerintah masih mempertahankan
industri rokok berkembang di Indonesia .
Mengenai dampaknya terhadap kesehatan pun, pemerintah memberikan
regulasi-regulasi bagi para industri rokok. Dari mulai penulisan label “MEROKOK
DAPAT MERUGIKAN KESEHATAN” disetiap bungkusnya, penanyangan spot iklan di media
elektronik di atas jam sepuluh malam dengan konten tanpa menampilkan adegan
merokok hingga membuat area khusus untuk merokok. Namun hal ini pun nyatanya
belum bisa mengurangi jumlah perokok atau minimal menekan angka perokok baru.
Dan yang paling parah adalah yang di bidik para
pelaku industri rokok ternyata kaum muda.
Iklan rokok memang semakin kreatif dan masif dalam
mengemasnya. Hampir tidak ada runag publik yang terlewatkan. Ruang publik
seperti televisi, radio, billboard dan lain-lain telah menyapu bersih kehidupan
kita. Bahkan lebih jauh lagi, kini merambah ruang sosial kehidupan masyarakat. Seperti
sponsor liga sepak bola, sponsor acara di klub-klub malam, sponsor pentas musik
di sekolah, bantuan tempat sampah perumahan, festival kemerdekaan, hingga
bantuan beasiswa pendidikan sekolah dan perguruan tinggi.
Memang tak mudah untuk menghentikan laju industri
rokok di Indonesia . Apalagi membuat saingan
iklan gerakan anti merokok. Sangat susah. Disamping industri rokok telah eksis
hampir mencapai satu abad dalam perjalanan bisnisnya dan juga mereka semakin
kreatif dalam menciptakan produk sesuai perkembangan pasar dan situasinya.
Sebagai contoh, ketika LSM ramai menelorkan gerakan anti rokok yang secara
aktif berkampanye dan berusaha melobi pemerintah untuk mengeluarkan
regulasi-regulasi yang membatasi konsumsi rokok di Indonesia . Para pelaku bisnis rokok
lantas mengeluarkan produk rokok yang berlabel rendah nikotin. Hasilnya, tak
ada perubahan walaupun kita gencar mengkampanyekan gerakan anti rokok.
Lantas, bagaimana solusinya?
Ketika regulasi-regulasi yang telah dibuat tak
bekerja secara baik. Dan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok masih
rendah. Apa yang akan kita lakukan? Gerakan perlawanan terhadap rokok bisa di
mulai dari komunitas-komunitas. Contoh, saya pernah melakukan hal tersebut
ketika masih menjadi mahasiswa. Setiap acara pentas musik di kampus yang
membawa sponsor rokok tak diloloskan ijinnya. Dan yang lebih penting adalah
membuat suatu wacana pendidikan kesehatan. Kenapa saya lebih menekankan
pendidikan kesehatan? Karena kesehatan inilah musuh utama industri rokok, menurut
Hermawan Kertajaya dalam bukunya 4-G Marketing A 90 YEAR JOURNEY of Creating
Everlasting Brands, bahwa musuh utama industri rokok adalah semakin tingginya
kesadaran masyarakat akan kesehatan. Dan terbukti salah satu perusahaan rokok
terbesar di Indonesia telah memprediksi untuk
kedepannya industri rokok akan sulit berkembang. Sehingga memutuskan untuk
menjual seluruh sahamnya dan beralih ke agrobisnis. Rokok, riwayatmu kini.
__________________________________
Diikutkan dalam lomba Weekly Note Leutika
Monday, August 2, 2010
Thumb Generation
11:27 AM | Diposkan oleh
Salman
“ Lagi Makan at Restaurant…” atau “ Dalam perjalanan menuju ke neraka…”
“ Jakarta maceeeet….!!!! Panas pula..”
“ DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo…..7aNgaN tin69aL!n aKYu ya B3!bh…!!!”
Mungkin anda semua sudah familiar
dengan pernyataan-pernyataan seperti itu. Anda memang tidak salah, hal-hal
tersebut merupakan rangkaian status yang sering kita jumpai di situs jejaring
social facebook yang telah merajalela dimana-mana.
Sengaja saya memunculkan judul
seperti itu. Sekedar membuat corat-coret karena terinspirasi dari buku yang
pernah saya baca, bukunya pak Hermawan Kertajaya dalam Hermawan Kertajaya On Differentiation.
Merupakan salah satu buku dari sembilan seri buku elemen pemasarannya.
Memang tak dapat dipungkiri,
perkembangan teknologi selama satu dekade ini memang sangat luar biasa.
Handphone sudah bukan barang yang mahal sekarang, mungkin hampir setiap orang
dari penjual sayur keliling sampai para CEO perusahaan tak bisa lepas dari yang
namanya handphone. Bisa dibilang, “ mati rasanya, seharian tanpa Hp ”… padahal
kita terlahir pun tanpa Hp…iya kan ??.
Berbagai merek Hp yang diluncurkan sudah sangat bermacam-macam, diiringi pula
semakin murahnya atau terjangkaunya harga handphone. Tak seperti era sekitar
90-an, dimana seseorang harus merogoh koceknya sampai puluhan juta untuk
membeli sebuah hp. Tapi sekarang, dari mulai harga ratusan hingga puluhan juta
pun tersedia di pasaran.
Dalam bukunya pak Hermawan
Kertajaya tersebut disebutkan, menurut perkiraan GSM Association, SMS yang
terkirim di seluruh dunia pada 2002 mencapai 24 miliar pesan per bulan dan
sepanjang tahun 2002 jumlahnya mencapai 360 miliar pesan. Sementara untuk
Indonesia, Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memperkirakan, perolehan
pendapatan operator telepon seluler dari SMS sepanjang 2002 mencapai Rp 1.65
triliun atau naik 11 % dibandingkan pendapatan 2001.
Jumlah yang sangat luar biasa
bukan?? Melihat begitu besarnya nilai rupiah dari pendapatan yang diperoleh dan
tingkat perkembangan gaya hidup
masyarakat, memberikan peluang semakin menjamurnya operator-operator seluler
serta persaingan bisnis yang semakin sengit antar operator. Tidak hanya sebatas
layanan penyedia kartu seluler saja, persaingan bisnis sudah masuk dalam
wilayah jasa kontruksi seperti, konsultan perencana tower-tower BTS, kontraktor
hingga vendor-vendor telekomunikasi ikut meramaikan bisnis di bidang
telekomunnikasi.
Mari kita coba menilik apa yang
terjadi sekarang ini. Mungkin orang yang bernama Mark Zuckerberg tidak akan
pernah mengira tentang hasil temuannya akan menjadikannya sebagai orang terkaya
urutan ke-785 versi majalah Forbes. Atau juga dia sudah mengetahui tentang
sebuah konsep bisnis, “ find out what they want “, Apa yang membuat mereka
merasa senang, Apa yang membuat mereka merasa nyaman, Apa yang membuat mereka
merasa terpenuhi dan Apa yang harus dikomunikasikan sehingga terciptalah sebuah
produk yang bernama FACEBOOK.
Ketenaran situs jejaring social
tersebut sampai juga di telinga masyarakat Indonesia .
Di Indonesia sejak FB booming, banyak orang yang meninggalkan account FS-nya
dan berpindah ke FB. Sampai saat ini, menurut AVP Information Technology
service strategi PT. Telkom Indonesia, pengguna facebook di Indonesia sudah
mencapai angka sepuluh juta user, dan di tahun 2008 tingkat pertumbuhannya
mencapai 645 persen. Serta rata-rata user menghabiskan waktu sekitar sembilan
belas menit per hari untuk melakukan berbagai aktivitas di FB. Mungkin sampai
sekarang ada sekitar 25 juta user aktif FB, situs ini menjadi lambang gaul masyarakat modern.
Facebook akhirnya memunculkan apa
yang sekarang popular dengan nama Thumb Generation alias generasi jari. Mengapa
generasi jari???karena sekarang banyak hal yang dapat dilakukan dengan jari
dengan memanfaatkan Facebook ( termasuk juga untuk ngupil…hehe..)
Tak mengesampingkan tentang
kehadiran SMS. Tetapi pada kenyataannya demikian. Layanan SMS mulai tergeser
posisinya dengan kehadiran facebook yang telah mengisi hampir seperdelapan
penduduk Indonesia .
Kalau jaman dulu orang lebih asyik berkomunikasi dengan SMS, akan tetapi
akhir-akhir ini lebih asyik lagi melalui FB. Dengan berbagai fasilitas yang
lebih lengkap, share photo, video, notes, chat, akses mudah dan lain sebagainya
memberikan keunggulan tersendiri. Apalagi jika Anda berniat menggoda orang lain
yang tidak di kenal, lebih asyik dengan FB. Atau bagi seorang pria yang hendak
melakukan pendekatan kepada cewek, mungkin lebih aman lewat FB tidak kelihatan
groginya. Lihat juga bagaimana sekarang ini FB sudah merasuk kedalam masyarakat
Indonesia .
Munculnya group-group semisal dukungan 1.000.000 facebooker mendukung Bibit
Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, group hobby, just fan menandakan memang FB
sudah menjadi bagian dari gaya
hidup.
Tak ketinggalan, begaimana
sekarang ini pertelevisian juga sudah mulai sedikit meninggalakan SMS dan
beralih menggunakan FB sebagai layanan untuk kirim pesan, berita dan informasi,
dan tak jarang juga artis dan politisi mulai merambah menggunakan FB sebagai
media menjalin hubungan dengan fan, atau juga sebagai media kampanye seperti
yang pernah dilakukan oleh Barrack Obama.
Dari pengalaman saya menggunakan
FB, yang tadinya karena rasa penasaran ketika Barrack Obama sukses berkampanye
melalui FB, membuat saya mendaftar sebagai user FB. Ada
beberapa hal yang saya cermati, saya berpikir; entah itu di kamar mandi,
bermotor yang pertama saya kaitkan dengan bisnis. Pengalaman saya, pernah
ketika menshare photo design stiker untuk alumni Teknik Sipil, photo tadi
dijadikan design sebuah kaos yang langsung bisa ditawarkan melalui groupnya.
Marketing gratis!!!.untungnya besar!!! Selanjutnya, ketika masyarakat telah
kacanduan yang namanya online….online…online…para operator, pabrikan Hp mulai
sibuk untuk berinovasi, membuka tarif internet semurah mungkin, teknologi 3.5
G, teknologi berbasis FB sayang harganya masih belum bisa menjangkau masyarakat
menengah ke bawah. Sebenarnya masih ada bebearapa peluang yakni memperbaiki
layanan aplikasi, menginovasi aplikasi-aplikasi Hp sehingga mungkin dengan Hp
kelas teknologi GPRS 10 saja, tetapi dengan aplikasi yang canggih sudah bisa
chatt, share photo melalui Facebook.
Kedua adalah, FB itu bagaikan pedang
bermata dua, tergantung user dalam pemakaiannya. Kemanfaatannya akan menjadi
besar jika digunakan sebagai sarana syiar digital, tidak berisi keluh kesah dan
hal-hal yang tidak bermanfaat. Sarana berbagi ilmu, promosi bisnis, kegiatan,
silaturahmi, atau jadikan sarana tersebut untuk menjadi lebih kreatif. Biar jarinya
ada harganya githu loh! dan FB juga bisa menjadi pedang yang dapat membunuh si
penggunanya. Maka agar tidak menjadi bagian “ mben dino kuk fb-an, opo yo entuk
duit???”, atau jadi thumb generation atau juga generasi mau dibilang gaul dan
melek teknologi mari ber-FB ria. Lantas menggunakan FB atau jejaring sosial
lainnya tanpa memiliki sebuah kemanfaatan.
Akhirnya, mengulas perkataan
Hermawan Kertajaya, dengan begitu merasuknya FB dalam beberapa kegiatan
kehidupan kita, memang harus diakui FB bagaikan sebuah tawaran yang sangat
mengubah kebiasaan kita dan juga kebiasaan kegiatan bisnis. Kondisi ini akhirnya
membuat FB dikenal sebagai aplikasi pembunuh (killer application). Dalam
marketing, killer application atau sering kali disebut killer app, biasanya
digunakan untuk menjelaskan suatu kemunculan teknologi yang mengubah sebagian besar
kebiasaan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Killer app merupakan teknologi
yang membuat segala sesuatu lebih cepat dan lebih murah. Mungkin pada suatu
saat dosen akan memberikan soal ujian atau tugas lewat FB, atau menempel
pengumuman melalui FB, sehngga mahasiswa dapat langsung menjawab atau membaca
pengumuman dimanapun berada. Berapa status yang sudah Anda update hari ini??
----------------------------------
Subscribe to:
Posts (Atom)




