Laman

Monday, May 3, 2010

Karena AutoCAD Error!!





Pernah saya menulis status tentang sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Abu Dawud.

“ Standar hidup seorang mukmin,(1) isteri yang jika dipandang membuatmu semakin saying, jika kamu pergi membuatmu merasa aman karena bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu. (2)Kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemanapun pergi. (3)Dan rumah yang lapang, damai, penuh kasih sayang..” (HR. Abu Dawud)

Begini penjelasannya :


Hanya Itu yang Aku Inginkan!

Ada beban berat ketika saya menuliskan ini, karena saya belum pada tahap praktek langsung, masih sekedar teori, tapi its OK…no problem . Teringat pertama ketika saya menjejakan kaki di sebuah kost yang bernama SALMAN, disambut dengan alunan merdu lagu islami yang akhirnya saya cari tahu judulnya adalah Teman Sejati. Kala itu tafsiran yang muncul dari lagu itu adalah teman hidup atau tepatnya seorang istri. Yups betul sekali ternyata tafsiran saya pada lagu itu, lebih tepatnya teman sejati pendamping hidup yaitu istri sholihah. Inilah standar hidup orang beriman.

Al imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadist dari Ummu Salamah, bahwa ia pernah berkata, “ Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”

Aku bertanya, “mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”

Beliau menjawab, “karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasaannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Aku berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah denagn dua, tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki iyu yang akan menjadi suaminya di surga?”





Beliau menjawab, “ wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapaun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaknya. Lalu dia berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia, maka nikahkanlah aku dengannya…”
…wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (HR Ath Thabrani)

Sehingga wajar kata bang Rhoma,

Setiap keindahan perhiasan dunia
Hanya istri saleha perhiasan terindah
Setiap keindahan
yang tampak oleh mata
itulah perhiasan,
perhiasan dunia
Namun yang paling indah
diantara semua
hanya istri saleha
( Istri Saleha : Rhoma Irama ).

Nah, berbahagialah bagi yang sudah mendapatkan dan bagi yang belum, segera, termasuk saya….he..he…

Kereta Kuda dan Sais-nya

Ini penting dan signifikan. Sahabat saya pernah bercerita ketika kami berdua tidak jadi mengikuti kajian Ust. Dr. Muinudinillah setiap malam selasa yang kala itu belum di on airkan.

“ coba can, kalau punya motor, bakalan ngawu-awu deh kite!! Kajian lancar dan dakwah maksimal”, begitu katanya dengan logat Depoknya.

Memang sangat penting memiliki sebuah kendaraan, bisa mengantar kemanapun. Apalagi kalau punya pesawat, bukan foya-foya lho…untuk dakwah gan! Jadi, kalau Alphard pun belum punya, sementara kuda beroda dua dulu deh…


Rumah Cinta nan Lapang

Kemarin Jum’at, bersama-sama rapat sebelum mengisi training sukses UAN di SMP 3 Bobotsari. Disuguhi sebuah gambar rumah, sebenarnya ingin saya menjelaskan, tapi, saya urungkan niat karena yang lain pun belum berkesempatan untuk menjelaskan. Saya tuliskan ketika melihat gambar itu, “ wah, cocok nih buat dauroh, rapat, mabit. Apalagi kalau tempatnya di pegunungan, semakin asyik kayak villa impian saya. Karena saya seorang sipil juga, lalu kubayangkan, desainnya seperti apa!! rumah yang tenteram tetapi tidak membuat terlena, menjadikan kita senang didalamnya, juga membuat bersemangat untuk keluar berdakwah. Meredakan lelah tetapi juga menyalakan energi baru. Ini baru rumah. Dan saya pun bingung, desain dan konsepnya seperti apa??? Hal yang ingin saya tanyakan ke tukang Arsitek.”

Sudah tiga point tentang standar hidup mukmin yang saya jelaskan, tapi bagaimana mewujudkannya kira-kira dan solusinya???


Berpindah ke Kuadran I menuju kuadran IV

Ilmu dari pak Robert T kiyosaki. Tapi bukan mengajarkan untuk gabung MLM lho, hanya saja mengambil konsep kuadrannya. Urutan dari kuadran ini adalah, kuadrant I adalah berinisial B, yang artinya Businnes Owner. Kuadran II adalah E yang artinya Employee, kuadrant III adalah S yaitu Self Employed dan kuadran IV adalah I yang berarti Investor. Konsepnya adalah mengapa jangan Employee tetapi menjadi Businnes Owner menuju menjadi Investor.



Melihat teman-teman saya yang bekerja di Jakarta, atau saya sendiri juga pernah mengalami. Berangkat jam tujuh kalau masuk jam delapan, lantas pulang jam lima sore dan sampai penginapan/ kost/ kontrakan mungkin jam delapanan. Begitu setiap hari dari hari senin sampai jum’at. Wah, rasanya hidup ini habis untuk bekerja. Betul sih, gaji tinggi, bisa punya kendaraan bagus, rumah bagus. Tetapi tetap saja menjadi pekerja. Mungkin ada yang berprinsip, semakin spesialis kan semakin bagus. Tetapi, bukankah semakin spesialis semakin masuk tempurung, kata Salim A Fillah. Benar juga, semakin tidak mengerti tentang bumi Allah yang luas ini.

Bagi yang sudah berkeluarga, kapan bisa menikmati makan malam bersama istri, shalat maghrib berjamaah, belajar bersama-sama si kecil, punya rumah bagus, mobil mewah, kapan bisa menikmatinya??? Akhir pecan?? Bukannya untuk pergi berlibur??

Mungkin ada yang berpendapat, bekerja sambil berbisnis. Bisa juga. Tetapi lagi, sekali-kali jangan menjadi amfibi kataku. Hidup di dua alam. Alam pekerja dan alam wira usaha/ pengusaha. Bukankah pekerja yang baik akan menghabiskan waktunya 8 jam full untuk perusahannya yang telah memberikan gaji. Biasanya bagi mereka yang telah bekerja 8 jam, merasa lelah, butuh istirahat dan hiburan. Sementara dunia pengusaha menghabiskaln 24 jam waktunya untuk membangun dan mengenbangkan usahanya, dari bangun tidur sampai tidur kembali. Teringat ketika Bill Gate merintis Windows nya, dia hanya tidur kurang lebih delapan jam setiap minggunya. Wajarlah, jika sekarang gajinya 2,5 juta per detiknya. Maka mereka yang hidup di dua dunia ini akhirnya akan lelah sendiri dengan dua risiko: prestasinya sebagai pekerja tidak akan istimewa dan bisnisnya pun sulit berkembang. Dan juga, sampai sekarang ini saya pun tak pernah menemukan ada Amphibi sukses. Yang ada pekerja yang berprestasi hebat dan pengusaha sukses.

Setiap orang memang punya alasan masing-masing untuk menentukan jalan hidupnya, hanya saja saya teringat akan sebuah pesan,

“ Jangan berambisi memegang jabatan pemerintahan atau pegawai negeri dan anggaplah ia sebagai pintu rizqi yang paling sempit…” (Hasan Al Banna)

Mengapa Harus Bisnis?



Karena punya cita-cita/ impian/ harapan. Apakah cita-cita, misalnya ingin membangun rumah seharga 500 juta, atau membangun masjid, memiliki mobil mewah, naik haji dapat diperoleh dengan bekerja. Mungkin dapat, tapi kapan?? Setelah menduduki jabatan strategis atau nunggu pensiun baru bisa naik haji. Itu real lho!! Inilah alasan dari Salim A Fillah mengapa harus berbisnis,
1. Agar menghargai waktu
Kalau pegawai negeri/ swasta/ karyawan, mungkin sulit untuk mengerti peribahasa Time is Money. Masuk atau cuti, mengajar atau tidak, masih menerima gaji bulanan. Posisi aman, tenteram, Iya kan??

Tidak begitu dengan para pengusaha. Nggak kerja pada suatu waktu, ya nggak ada uang masuk. Posisi tidak selalu aman, kerja nggak serius, usaha nggak maju-maju. Betul!!

2. Agar mengerti apa itu resiko
Resiko pekerja paling ya dipecat. Menjadi usahawan, selamat deh, berjuta resiko yang akan menjadi pelajaran yang mendewasakan

3. Agar berjiwa merdeka.
Enaknya jadi pengusaha, bebas mengatur waktu, kalau lagi pengen Online seharian, Online lah!! Kalau lagi pengen libur, ya libur. Nggak ada yang memarahi, nggak ada atasan yang ngomel-ngomel. Hehe….im free kata lagunya you can’t take me OST Stallion of the Cimarron.

4. Agar menghargai silaturahmi
5. Agar berwawasan luas
6. Agar cerdas mengelola anggaran
7. Agar bisa belajar kepemimpinan
8. Agar merasakan indahnya shadaqoh
9. Agar lebih peka untuk bersyukur dan bersabar
10. Agar merasakan nikmatnya memberi kemanfaatan bagi banyak orang.


Pertanyaan terakhir apakah cukup sekedar menjadi employee?? Maap yaa, bukan untuk memprovokasi, mudah-mudah tidak semua terpengaruh. Soalnya bulan-bulan juli, insya allah saya butuh karyawan banyak he…he…he…

Sekali lagi, karena AutoCAD error jadi nggak bisa nggambar, eh…malah buat note-note error kayak gini!! Hi..hi…

Sumber : Salim A Fillah

0 komentar: