Labels
- Cerpen (4)
- Coretankuh (7)
- Diary Sepi (16)
- Essai (3)
- Kontemplasi (2)
- Menenun Jalinan Cinta (3)
- Refleksi dan Inspirasi (4)
Sinuba Sinukarsa
Blog Archive
Powered by Blogger.
Popular Posts
Monday, May 17, 2010
Lelaki di Tahun Keduapuluhlimanya
1:01 PM | Diposkan oleh
Salman
Malam tadi, tak biasanya
sahabatku datang setelah kurang lebih lima bulan tak pernah bertemu.
Sahabat lama yang bersama-sama berjuang di dunia konsultan dan
kontraktor. Banyak cerita, canda antara kami berdua dari pukul 20.00
sampai 22.00 kira-kira seperti itu. Mulai dari ngobrol tentang
rencana pengembangan bisnis di bidang property/ perumahan yang masih
terbuka lebar sampai akhirnya obrolan berpindah hingga fenomena
jatuhnya meteor di Jakarta.
“ kapan nikah….??
meteor udah pada berjatuhan”, kelakarnya bercanda.
Yups..memang akhir-akhir
ini banyak yang menanyakan hal seperti itu pada saya. Bahkan beberapa
ikhwah termasuk ketua majelis syuro partai tertentu sejahtera sering
bertanya hal itu, “ kapan nikah kang??? Insya Allah ane carikan
akhwat hafidzoh untuk antum”, dan saya hanya bisa tersenyum-senyum
saja. Mungkin kalau boleh saya berstatemen begini, “ kawan…bila
kau bertanya tentang kabarku, tinggalku sekarang, pekerjaanku, insya
Allah akan aku jawab secara jelas. Tapi kawan, bila kau bertanya
tentang ‘ siapa, kapan, dimana ‘ maaf !!! susah untuk
menjawabnya.” Hehe….memang pada usia duapuluh lima tahun, seorang
lelaki sering kali dihadapkan pada sebuah pertanyaan wajib, "kapan
sih kamu nikah?" setiap orang selalu menanyakan hal tersebut.
Atau kalau tidak, ia sendiri yang bertanya kepada diri sendiri. "Ya,
kapan ya, aku nikah?"
Menikah, siapa yang tidak
ingin? Maraatibul ‘amaal yang kedua yaitu takwin baitul
muslim. Kira-kira….
Kapan
terlabuhkan…lelah ini
Kapan
tersandarkan…rindu hati
Kapan…
( maaf Seismic
lagunya tak edit : Terlabuhkan ) hihi….
Katanya sih…ini katanya
lho, atau dari beberapa buku yang pernah saya baca seperti, Sebelum
Mengambil Keputusan besar itu, Di Jalan Dakwah Aku Menikah, Kupinang
Engkau dengan Hamdalah dan buku-bukunya Salim A Fillah, menikah butuh
persiapan. Nah beberapa persiapan adalah, persiapan ruhiyah
(spiritual), persiapan Ilmiyah-Fikriyah, persiapan Jasadiyah,
persiapan Ijtima’iyyah ( sosial) dan persiapan Maaliyah (Material)
Mungkin kesiapan itu
berbeda-beda bagi setiap orang, apalagi saya masih sangat jauh.
Persiapan yang terakhir (material), bukan perkara gampang mewujudkan
kemapanan ekonomi bagi pebisnis pemula. Ketika saya berdalih seperti
itu, teman saya menjawab seperti ini “banyak lelaki usia duapuluh
lima tahun tidak beriringan dengan kesiapan mereka untuk survive di
jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Ketidaksiapan secara finansial
sering kali menjadi alasan utama untuk menunda pernikahan, padahal
jawaban seorang kawan saya sangat bagus untuk menangkis alasan ini.
Orang yang sudah bekerja sebelum menikah mungkin
di-PHK, orang yang sudah berwiraswasta sejak masa lajang juga bisa
bangkrut, kenapa mereka berani menikah? Sebaliknya, orang yang belum
dapat kerja, setelah menikah mungkin dapat pekerjaan, orang yang
masih belajar berwiraswasta, setelah menikah mungkin menjadi
wiraswastawan yang berhasil, kenapa mereka takut menikah?
Persoalannya adalah kepada siapa kita bertawakal? Apakah kita
bertawakal kepada instansi tempat bekerja atau kepada Allah? Kalau
kita tawakal kepada Allah yang Maha Memberi rizki, kenapa kita
terlalu bersandar pada pekerjaan atau kesuksesan bisnis?
Sungguh, yang terpenting dari kesiapan itu bukan ketersediaan, melainkan mentalitas. Kesiapan mental untuk menghadapi apapun kondisi dan situasi kehidupan. Inilah inti ajaran tawakal. Ketersediaan akan ada habisnya, sedangkan mentalitas yang kuat bisa meyelamatkan kita dari segala bentuk ujian dan cobaan hidup. Sayangnya, mentalitas ini pula jarang ditemukan pada kebanyakan lelaki menjelang usia mereka yang keduapuluh lima tahun. Menambah lengkap ketidak-siapan mereka”.
Saran saya nih, bagi yang
sudah siap segalanya segera menikah deh!!! Hehe…(tak pantas saya
berkata seperti itu). Tak terasa sudah pukul 07.00, winamp lagunya
Bunga Citra Lestari…eh bukan ding, tapi lagunya Ar Royyan masih
menggema di kamarku. Tak menyangka nih anak pinter banget buat syair
seperti ini…
Nih aku kutipkan
syairnya….
Tlah diciptakan dua insan
yang hidup di dunia
Takdir Allah yang menyatukan jodoh manusia
Ingatkan hati hidup ini hanya sementara
Janganlah kita memikirkan materi semata
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya untuk membentuk keluarga yang sakinah
Menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba jangan carikan alasan untuk menunda...
Menikah mengurangi dosa dan maksiyat
Menikah menyatukan bahagia dan nikmat
Rezeki manusia Allah mengaturnya
jangan takut bila kau niat untuk menikah
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya untuk membentuk keluarga yang sakinah
menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba jangan carikan alasan untuk menunda
jangan takut bila miskin harta bila hanya belum bekerja atau tak punya rumah nan megah kau jadikan alasan takut menikah
jalan hidup tergantung niatmu bila kau yakin kau akan mampu ingatlah Allah slalu menyertaimu
Takdir Allah yang menyatukan jodoh manusia
Ingatkan hati hidup ini hanya sementara
Janganlah kita memikirkan materi semata
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya untuk membentuk keluarga yang sakinah
Menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba jangan carikan alasan untuk menunda...
Menikah mengurangi dosa dan maksiyat
Menikah menyatukan bahagia dan nikmat
Rezeki manusia Allah mengaturnya
jangan takut bila kau niat untuk menikah
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya untuk membentuk keluarga yang sakinah
menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba jangan carikan alasan untuk menunda
jangan takut bila miskin harta bila hanya belum bekerja atau tak punya rumah nan megah kau jadikan alasan takut menikah
jalan hidup tergantung niatmu bila kau yakin kau akan mampu ingatlah Allah slalu menyertaimu
( Ar Royyan : Ayo Menikah
)
Insya Allah segera…entah
dengan siapa tapi yang aku inginkan hanya wajah ayu yang sering
menunduk malu….Astagfirullah..(hehe..). Kata mas Sakti
Wibowo begini, Tidak harus kau! Tapi, aku hanya malu bertemu Tuhanku
dalam keadaan masih membujang. ( Sakti Wibowo: Sepasang Merpati
Berkalung Safir )
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disela-sela persiapan ke
Banjarnegara, 17/05/2010 - ba’da Subuh diiringi lagu : Ayo Menikah
( Ar Royyan), Adalah Engkau (Seismic), Rembulan Di Langit Hati Ku (
Seismic), Impian Kasih (In Team), Pernah Muda ( Bunga Citra
Lestari) yang di Bold lagu tetangga. Hehe…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 komentar:
Post a Comment