Labels
- Cerpen (4)
- Coretankuh (7)
- Diary Sepi (16)
- Essai (3)
- Kontemplasi (2)
- Menenun Jalinan Cinta (3)
- Refleksi dan Inspirasi (4)
Sinuba Sinukarsa
Blog Archive
Powered by Blogger.
Popular Posts
Friday, June 25, 2010
Abang, Ijinkan Dinda Nonton Bola
6:42 PM | Diposkan oleh
Salman
Assalamu’alaykum wr. wb.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Keseluruhan
puja-puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Semoga keselamatan dan
kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Muhammad, utusan-Nya yang mulia
Abang Yasir yang Dinda cintai,
Maafin Dinda ya Bang! Secara dulu sewaktu ta’aruf Dinda tidak memberitahu
Abang tentang hobi Dinda ini. Ya, baiklah. Sekarang Dinda akan menjelaskan. Hobi
Dinda adalah menonton pertandingan sepak bola. Awalnya Dinda suka nonton bola
Cuma karena ngikut temen. Sewaktu Dinda masuk SMA, televisi sering menyiarkan
pertandingan sepak bola luar negeri, terutama Liga Italia dan Liga Inggris.
Wuih, seru banget!
Bang, dulu dengan hobi Dinda nonton bola, paling tidak ada yang menemani
Bapak nonton. Penghuni rumah lainnya gak ada yang suka nonton. Biasanya kami
berdua akan bersorak-sorak ramai dan saling adu komentar. Pokoknya seru! dan
yang pasti “I Love You Daddy” ( Eh iya, kalau diperhatiin bapak kan mirip David
Beckham, iya kan bang!) hihihi...
Lantas saat Dinda “jadi akhwat” berjilbab dan kuliah, hobi itu tidak bisa Dinda
tinggalkan . Apalagi banyak muslimah lain yang punya hobi sama. Jadi Dinda
pikir hobi Dinda ini tidak menyebabkan keislaman dan kemuslimahan Dinda
“dianulir” dan menjatuhkan studi Dinda.
Abang Yasir yang Dinda cintai
Sekarang pun Dinda masih hobi menonton bola, walau sudah tidak seperti dulu.
Katanya sih menyia-nyiakan waktu dan biaya. Karena dulu Dinda bela-belain beli
tabloid olahraga dan majalah untuk menambah wawasan persepakbolaan. Seiring
berjalannya waktu, sekarang Dinda udah jarang nonton bola, mungkin karena
kesibukan dan juga karena harga tabloid yang semakin mahal sehingga jarang
membelinya.
Abang Yasir,
kalau dipikir-pikir sepak bola itu juga mirip proses kehidupan di dunia lho. Seperti pemain bola kita sudah tahu,
bagaimana menggiring bola kehidupan kita agar selamat sampai gawang tujuan. Lawan
atau rintangan hidup sebagai ujian dan cobaan harus terus kita hadapi dengan
cerdik. Jangan bermain curang dan kasar (Ingat Materazzi dan Zidane di final
Piala Dunia 2006?), sebab Islam mengajarkan kejujuran dan kelembutan.
Namun jangan pula cengeng. Kalau kita terjatuh karena dijegal lawan,
bangkit lagi! Kejarlah bola kembali, walau harus jatuh bangun. Tapi itu bukan
ebrarti menyerang membabi buta. Bagaimana pun kita harus punya taktik dan
strategi serta kemampuan membaca permainan lawan agar dapat menguasai lapangan.
Konsistenlah dengan posisi masing-masing dan laksanakan tugas dengan istiqamah
supaya tercipta kesatuan yang solid.
Kemudian di atas segalanya, ada Wasit atau Hakim yang Maha Bijaksana
yang menentukan semuanya. Pluit-Nya yang sesekali berbunyi, semoga hanya berisi
“kartu kuning” atau peringatan, bukan kartu merah.
Abang Yasir yang amat Dinda sayangi,
Hampir lupa, nanti
malam pertandingan Brazil vs Portugal, temenin Dinda nonton yah bang!! Tapi
sayang, si ganteng Kaka’ kena kartu merah. “I Love You Bang” ( Eh Iya, Abang
makin ganteng kalo pake baju bola, mirip Kaka’...hihihi...)
Semoga kasih
sayang Allah tercurah pada kita sekalian. Amin.
Wassalamu’alaykum
Dinda
Subscribe to:
Post Comments (Atom)










0 komentar:
Post a Comment