Laman

Monday, August 2, 2010

Thumb Generation



“ Lagi Makan at Restaurant…” atau “ Dalam perjalanan menuju ke neraka…”

Jakarta maceeeet….!!!! Panas pula..”

“ DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo…..7aNgaN tin69aL!n aKYu ya B3!bh…!!!”

Mungkin anda semua sudah familiar dengan pernyataan-pernyataan seperti itu. Anda memang tidak salah, hal-hal tersebut merupakan rangkaian status yang sering kita jumpai di situs jejaring social facebook yang telah merajalela dimana-mana.

Sengaja saya memunculkan judul seperti itu. Sekedar membuat corat-coret karena terinspirasi dari buku yang pernah saya baca, bukunya pak Hermawan Kertajaya dalam Hermawan Kertajaya On Differentiation. Merupakan salah satu buku dari sembilan seri buku elemen pemasarannya.

Memang tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi selama satu dekade ini memang sangat luar biasa. Handphone sudah bukan barang yang mahal sekarang, mungkin hampir setiap orang dari penjual sayur keliling sampai para CEO perusahaan tak bisa lepas dari yang namanya handphone. Bisa dibilang, “ mati rasanya, seharian tanpa Hp ”… padahal kita terlahir pun tanpa Hp…iya kan??. Berbagai merek Hp yang diluncurkan sudah sangat bermacam-macam, diiringi pula semakin murahnya atau terjangkaunya harga handphone. Tak seperti era sekitar 90-an, dimana seseorang harus merogoh koceknya sampai puluhan juta untuk membeli sebuah hp. Tapi sekarang, dari mulai harga ratusan hingga puluhan juta pun tersedia di pasaran.

Dalam bukunya pak Hermawan Kertajaya tersebut disebutkan, menurut perkiraan GSM Association, SMS yang terkirim di seluruh dunia pada 2002 mencapai 24 miliar pesan per bulan dan sepanjang tahun 2002 jumlahnya mencapai 360 miliar pesan. Sementara untuk Indonesia, Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memperkirakan, perolehan pendapatan operator telepon seluler dari SMS sepanjang 2002 mencapai Rp 1.65 triliun atau naik 11 % dibandingkan pendapatan 2001.

Jumlah yang sangat luar biasa bukan?? Melihat begitu besarnya nilai rupiah dari pendapatan yang diperoleh dan tingkat perkembangan gaya hidup masyarakat, memberikan peluang semakin menjamurnya operator-operator seluler serta persaingan bisnis yang semakin sengit antar operator. Tidak hanya sebatas layanan penyedia kartu seluler saja, persaingan bisnis sudah masuk dalam wilayah jasa kontruksi seperti, konsultan perencana tower-tower BTS, kontraktor hingga vendor-vendor telekomunikasi ikut meramaikan bisnis di bidang telekomunnikasi.

Mari kita coba menilik apa yang terjadi sekarang ini. Mungkin orang yang bernama Mark Zuckerberg tidak akan pernah mengira tentang hasil temuannya akan menjadikannya sebagai orang terkaya urutan ke-785 versi majalah Forbes. Atau juga dia sudah mengetahui tentang sebuah konsep bisnis, “ find out what they want “, Apa yang membuat mereka merasa senang, Apa yang membuat mereka merasa nyaman, Apa yang membuat mereka merasa terpenuhi dan Apa yang harus dikomunikasikan sehingga terciptalah sebuah produk yang bernama FACEBOOK.

Ketenaran situs jejaring social tersebut sampai juga di telinga masyarakat Indonesia. Di Indonesia sejak FB booming, banyak orang yang meninggalkan account FS-nya dan berpindah ke FB. Sampai saat ini, menurut AVP Information Technology service strategi PT. Telkom Indonesia, pengguna facebook di Indonesia sudah mencapai angka sepuluh juta user, dan di tahun 2008 tingkat pertumbuhannya mencapai 645 persen. Serta rata-rata user menghabiskan waktu sekitar sembilan belas menit per hari untuk melakukan berbagai aktivitas di FB. Mungkin sampai sekarang ada sekitar 25 juta user aktif  FB, situs ini menjadi lambang gaul masyarakat modern. 

Facebook akhirnya memunculkan apa yang sekarang popular dengan nama Thumb Generation alias generasi jari. Mengapa generasi jari???karena sekarang banyak hal yang dapat dilakukan dengan jari dengan memanfaatkan Facebook ( termasuk juga untuk ngupil…hehe..)

Tak mengesampingkan tentang kehadiran SMS. Tetapi pada kenyataannya demikian. Layanan SMS mulai tergeser posisinya dengan kehadiran facebook yang telah mengisi hampir seperdelapan penduduk Indonesia. Kalau jaman dulu orang lebih asyik berkomunikasi dengan SMS, akan tetapi akhir-akhir ini lebih asyik lagi melalui FB. Dengan berbagai fasilitas yang lebih lengkap, share photo, video, notes, chat, akses mudah dan lain sebagainya memberikan keunggulan tersendiri. Apalagi jika Anda berniat menggoda orang lain yang tidak di kenal, lebih asyik dengan FB. Atau bagi seorang pria yang hendak melakukan pendekatan kepada cewek, mungkin lebih aman lewat FB tidak kelihatan groginya. Lihat juga bagaimana sekarang ini FB sudah merasuk kedalam masyarakat Indonesia. Munculnya group-group semisal dukungan 1.000.000 facebooker mendukung Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, group hobby, just fan menandakan memang FB sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Tak ketinggalan, begaimana sekarang ini pertelevisian juga sudah mulai sedikit meninggalakan SMS dan beralih menggunakan FB sebagai layanan untuk kirim pesan, berita dan informasi, dan tak jarang juga artis dan politisi mulai merambah menggunakan FB sebagai media menjalin hubungan dengan fan, atau juga sebagai media kampanye seperti yang pernah dilakukan oleh Barrack Obama.

Dari pengalaman saya menggunakan FB, yang tadinya karena rasa penasaran ketika Barrack Obama sukses berkampanye melalui FB, membuat saya mendaftar sebagai user FB. Ada beberapa hal yang saya cermati, saya berpikir; entah itu di kamar mandi, bermotor yang pertama saya kaitkan dengan bisnis. Pengalaman saya, pernah ketika menshare photo design stiker untuk alumni Teknik Sipil, photo tadi dijadikan design sebuah kaos yang langsung bisa ditawarkan melalui groupnya. Marketing gratis!!!.untungnya besar!!! Selanjutnya, ketika masyarakat telah kacanduan yang namanya online….online…online…para operator, pabrikan Hp mulai sibuk untuk berinovasi, membuka tarif internet semurah mungkin, teknologi 3.5 G, teknologi berbasis FB sayang harganya masih belum bisa menjangkau masyarakat menengah ke bawah. Sebenarnya masih ada bebearapa peluang yakni memperbaiki layanan aplikasi, menginovasi aplikasi-aplikasi Hp sehingga mungkin dengan Hp kelas teknologi GPRS 10 saja, tetapi dengan aplikasi yang canggih sudah bisa chatt, share photo melalui Facebook.

Kedua adalah, FB itu bagaikan pedang bermata dua, tergantung user dalam pemakaiannya. Kemanfaatannya akan menjadi besar jika digunakan sebagai sarana syiar digital, tidak berisi keluh kesah dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sarana berbagi ilmu, promosi bisnis, kegiatan, silaturahmi, atau jadikan sarana tersebut untuk menjadi lebih kreatif. Biar jarinya ada harganya githu loh! dan FB juga bisa menjadi pedang yang dapat membunuh si penggunanya. Maka agar tidak menjadi bagian “ mben dino kuk fb-an, opo yo entuk duit???”, atau jadi thumb generation atau juga generasi mau dibilang gaul dan melek teknologi mari ber-FB ria. Lantas menggunakan FB atau jejaring sosial lainnya tanpa memiliki sebuah kemanfaatan.

Akhirnya, mengulas perkataan Hermawan Kertajaya, dengan begitu merasuknya FB dalam beberapa kegiatan kehidupan kita, memang harus diakui FB bagaikan sebuah tawaran yang sangat mengubah kebiasaan kita dan juga kebiasaan kegiatan bisnis. Kondisi ini akhirnya membuat FB dikenal sebagai aplikasi pembunuh (killer application). Dalam marketing, killer application atau sering kali disebut killer app, biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu kemunculan teknologi yang mengubah sebagian besar kebiasaan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Killer app merupakan teknologi yang membuat segala sesuatu lebih cepat dan lebih murah. Mungkin pada suatu saat dosen akan memberikan soal ujian atau tugas lewat FB, atau menempel pengumuman melalui FB, sehngga mahasiswa dapat langsung menjawab atau membaca pengumuman dimanapun berada. Berapa status yang sudah Anda update hari ini??


----------------------------------
Kota Perwira - 16 November 2009

1 komentar:

Hatta Sy said...

iya generasi hari ini memang akan sangat terasa bedanya sepuluh tahun yang akan datang ....
kalo tidak diimbangi dengan langkah2 khusus
bisa2 pada kena sindrom autis semua ... asosial
hanya ramah di dunia maya tapi tidak di dunia nyata