Labels
- Cerpen (4)
- Coretankuh (7)
- Diary Sepi (16)
- Essai (3)
- Kontemplasi (2)
- Menenun Jalinan Cinta (3)
- Refleksi dan Inspirasi (4)
Sinuba Sinukarsa
Blog Archive
Powered by Blogger.
Popular Posts
Saturday, October 16, 2010
Cinta dalam sepotong cerita
1:48 AM | Diposkan oleh
Salman
Wajah sejuknya
muncul kembali, kali ini tepat seusai sholat subuh ia akan membuka laptopnya.
Melanjutkan laporan pekerjaan yang belum terselesaikan. Sejak pergi
meninggalkan pulau kelahirannya, kesendirian, kesepian dan kerinduan terus
membuncah dalam dirinya. Inilah hal terberat yang di alami Kyo Samurai.
Kerinduan tak terkira pada ibu, kakak, keluarga, sahabat, dan terlebih pada dia…Mio.
“Salman Al-Farisi, seorang yang merantau ke
berbagai penjuru demi mencari kebenaran sejati, jatuh cinta. Laki-laki yang
sangat disayangi dan dihormati oleh Rasulullah ini terpikat dengan seorang
muslimah Anshar. Tentu bukan memikat sebagaimana terpikatnya sebagian besar
kisah cinta yang pernah aku saksikan, melainkan sebuah pilihan suci, dengan
akal sehat dan perasahaan halus, dan jauh dari kesesatan.
Kegelisahan ini dengan gugup disampaikan pada Abu Darda’, seorang sahabat Anshor yang oleh Rasul dipersaudarakan dengannya.”
Kisah Salman
terlintas di benak Samurai. Selama ini yang ada dipikirkannya ketika mendengarkan nama Salman
adalah seorang pahlawan perang khandaq dengan ide pembuatan parit briliannya,
seorang engineer sejati. Namun yang sekarang terbayang adalah cinta. Mio-lah
awal kisah cinta itu muncul. Mio Muwaffaqah, muslimah yang telah dikaguminya
sejak lama, seorang wanita yang tidak bisa menghilang dari hatinya bahkan
setelah lama tak berjumpa. Selalu ia doakan. Samuarai pun sadar ia tidak bisa
berharap banyak terhadapnya, sebagaimana perasaan Salman ketika ia jatuh cinta
kepada gadis yang ia sendiri tidak tahu perasaaanya dan kepada siapa ia
mencintai
“Saya adalah Abu Darda’ bersama saudara saya
Salman Al Farisi, seorang Persia. Salman mempunyai kedudukan utama din sisi
Rasulullah SAW, Salman telah dimuliakan Allah dengan Islam dan ia telah
memuliakan Islam dengan amal dan jihad. Saya bermaksud mewakili Salman untuk
melamar putri anda. Abu Darda’ memperkenalkan diri dan menyatakan niat
kedatangan mereka dengan tegas
.
Ayahanda sang gadis menjawab, “Sungguh kehormatan bagi kami menerima tamu sahabat utama Rasul dan mendapat tawaran bermenantukan seorang yang mulia namun saya tidak bisa menjawab, semuanya saya serahkan pada puteri saya”
Dari balik tirai, sang gadis bergetar, namun Salman tak kalah, hatinya berdebar. Sang ibu mewakili puterinya berbicara, “Maafkan keterusterangan ini, puteri saya menolak pinangan Salman, namun dengan mengharap Ridho Allah, apabila Abu Darda’ datang dengan perihal yang sama maka puteri saya akan mengiyakan”
Jgerrr!
Ayahanda sang gadis menjawab, “Sungguh kehormatan bagi kami menerima tamu sahabat utama Rasul dan mendapat tawaran bermenantukan seorang yang mulia namun saya tidak bisa menjawab, semuanya saya serahkan pada puteri saya”
Dari balik tirai, sang gadis bergetar, namun Salman tak kalah, hatinya berdebar. Sang ibu mewakili puterinya berbicara, “Maafkan keterusterangan ini, puteri saya menolak pinangan Salman, namun dengan mengharap Ridho Allah, apabila Abu Darda’ datang dengan perihal yang sama maka puteri saya akan mengiyakan”
Jgerrr!
Keterkejutan besar, bagaimana mungkin sang
puteri lebih tertarik dengan pengantar daripada pelamar. Terjadi pertempuran
dalam diri Salman, cinta melawan persaudaraan. Namun itu tidak lama bagi orang
semulia Salman. “Allahu Akbar!” seru
Salman. Dengan segala keikhlasan Salman berkata, “Mahar dan semua persiapan
untuk meminangmu aku berikan pada Abu Darda’ dan aku akan menjadi saksi
pernikahan kalian!”. Subhanallah…”
Ia katupkan matanya
rapat-rapat agar tak ada air mata yang jatuh. Timbul pertanyaan dalam hatinya,
benarkah cinta tak harus memiliki? Kisah cintanya dengan Mio memang tidak bisa
disamakan dengan kisah Salman. Satu hal yang sekarang bersarang dibenaknya,
ikhlas dan keikhlasan. Ia ambil tas berisi charger laptopnya. Map warna merah
masih berada didalamnya. Bukan mapnya, tetapi biodata lengkap Mio. Sekuat
tenaga ia gigit bibirnya, menahan tangis agar tak meledak.
Belon selesai…..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 komentar:
Post a Comment