Labels
- Cerpen (4)
- Coretankuh (7)
- Diary Sepi (16)
- Essai (3)
- Kontemplasi (2)
- Menenun Jalinan Cinta (3)
- Refleksi dan Inspirasi (4)
Sinuba Sinukarsa
Blog Archive
Powered by Blogger.
Popular Posts
Wednesday, May 12, 2010
Indonesia : “Rasa Calciopoli”
1:46 PM | Diposkan oleh
Salman
Sekali-kali ini mengikuti
perkembangan berita di TV, biasanya hanya nonton acara-acara
lawakan…haha..rasanya macam-macam. Dari mulai dunia para selebriti,
dunia pendidikan hingga dunia para politisi dan mungkin sampai dunia
lain kalee akhir-akhir ini jadi tertarik untuk mengikuti.
Tiga diva dangdut yang
sedang mencari kumbang, salah satunya mbak ikke nurjanah pelantun
lagu “Memandangmu” jadi favorit kayaknya, hehe…sampai berita
penahanan sang peniup peluit, katanya….itu katanya lho…entah
siapa yang berkata.
Namun ada beberapa berita
yang menarik disini, berita yang membuat wajah Indonesia raya kian
terang benderang. Berita diangkatnya Sri Mulyani Indarwati diangkat
sebagai managing directur - nya world bank. Pengunduran SMI
dari posisi menteri keuangan setelah dipinang oleh world bank menuai
banyak pro kontra dari berbagai kalangan.
Beberapa ada yang
mengungkapkan kebanggaannya, salah satu putra terbaik bangsa ini
dapat memduduki posisi penting di world bank. Ada juga yang berkata,
SMI lepas dari tanggung jawab kasus Century yang sedang membelitnya.
Lebih memilih bekerja di world bank, yang katanya….,denger-denger
nih gajinya milyaran…kalau gak salah dengar saya. Antara pro dan
kontra itu, saya condong kemana yak??? Seperti apa yang pernah
dikatakan Bapak Kwik Kian Gie dalam sebuah acara TV dan pernah
menjabat juga sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dimana anggotanya
adalah Ibu SMI. Saya tidak sepakat kalau Indonesia masih pro Amerika
dan di dikte oleh world bank dan IMF, sekarang pro siapakah Sri
Mulyani???
Entah apa yang terjadi di
balik semua itu. Mungkin Ibu Sri Mulyani berkata dalam hatinya
demikian, “ kenapa saya mesti jadi korban dari semua ini?”
Yah, itulah resiko
menduduki jabatan politik. Jadi suatu saat siap-siap jadi korban atau
juga siap-siap jadi pahlawan. Nah, Ibu SMI ini telah menjadi korban
yang namanya transaksi politik, bahasanya kerenkan…!! saya
meniru-niru bahasa para politisi. Memang pelaku politik juga adalah
pelaku dunia usaha, dan transaksi politik ini adalah menyangkut
kepentingan usaha atau bisnis. Masih ingat kah? Cerita Lapindo dan
perusahaan Bumi Resources milik Aburizal Bakrie yang masih memiliki
tunggakan pajak sampai 2,1 triliyun. Dari situlah perseteruan antara
Ical dan SMI di mulai.
Sekarang Ical telah
memimpin atau menjadi ketua Sekretariat Bersama beberapa partai
koalisi yang didominasi Partrai Golkar dan Demokrat. Ini jadi mirip
Golkar jaman orde baru, dimana sekarang kekuatan sekber sudah
mencapai 80% di parlemen dan diakui dapat menjamin stabilitas politik
dan pemerintahan.
Pemenang dan Siapa
yang diuntungkan?
Menurut saya yang
diuntungkan adalah para pengusaha yang memiliki kepentingan
bisnis..itu menurut saya lho..haha..entah menurut yang
lain..boleh-boleh aja kan..dan pemenangnya sekarang adalah bang Ical
atau partai Golkar. Mungkin secara de facto PD menjadi
pemenangnya, tapi pemenang sesungguhnya adalah PG…nah terbukti lagi
kan, bahwa pemenang itu bukan mereka yang berlari paling depan,
tapi mereka yang tetap bertahan hingga akhir pertandingan. Dengan
dibentuknya Sekber, ini telah terjadi transaksi politik. Dukungan
untuk stabilitas politik dan pemerintahan dapat diperoleh asalkan Sri
Mulyani sudah tak lagi duduk di pos menteri Keuangan. Dan secara
kalkulatif pun SBY menerima ini, dan masuk akal!! Karena SBY ingin
memperoleh kepastian politik dan stabilitas pemerintahan. Dan kini
posisi Partai Demokrat semakin lemah di depan Golkar ketika Ical
menjadi ketua Sekber partai koalisi. Sesungguhnya ini adalah
kemenangan Aburizal dan Partai Golkar yang secara perlahan dapat
masuk ke pemerintahan, mempunyai posisi tawar yang yang tinggi dan
juga ikut serta dalam penentuan kebijakan, terlepas dari koalisi yang
tidak selamanya permanent. Dan sekali lagi pemenang sesungguhnya
adalah para pengusaha/ bisnis. Lihat saja Perusahaan Ical yang masih
menunggak pajak hingga 2,1 T. Hidup pengusaha!!! Upsssssss!!! Haha…
Kini Ical menjadi pembisiknya SBY seperti Kresna atau Sengkuni…udah
mirip negeri pewayangan nih kayaknya Indonesia.
Indonesia, rasanya kayak
rasa ‘Calciopoli’, merekayasa pengaturan skor dalam liga Italia
untuk meraih scudeto. Benar juga kata Mbak Nike Ardila, bahwa
dunia ini adalah panggung sandiwara, berbagai macam peran disana. Dan
peran saya sebagai buruh bangunan, inilah enaknya jadi buruh…ngomong
apapun tak ada yang melarang, omongannya tak mempengaruhi kondisi
pemerintahan apalagi bursa efek. ….ndang balio Sri….ndang
balio….( kutipan Lirik lagu : Sri Minggat )
“Walah jan….candra
wis mirip tenan kayak politisi nda”, kalau ada kata seperti itu,
itu keliru. Saya seorang kuli bangunan, dan bisa ngomong seperti itu
karena TV sudah tak ada lagi yang layak di tonton. Sinetron, gossip
dan lainnya semua sampah penjual mimpi, jadi paling-paling saya
nonton berita. Semua berita, berita olahraga, berita politik,
kuliner, macem-macem dah…
Sudah jam 14.00 WIB.
Mending saya kembali bersama dunia mungil saya, ohhh…alangkah
indahnya bersama adek-adek SMA…ada canda disana, ada tawa…ehh ada
juga para juara lho!! Sekali lagi…duanya kapan..hihi…ini tulisan
gak mutu, tulisan di kala sepi…bendung dan irigasi belum selesai
malah buat tulisan kayak gini, au ah!! Mending meluncur ke SMA, im
coming friends!!
Kota Perwira, 11/05/2010-13.00 wib
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




1 komentar:
Suka kalimat yang di-bold >o<
Post a Comment