Laman

Wednesday, April 21, 2010

Inter Milan dan Jalan Para Pemenang




Kata ibuku, kesulitan itu serupa jalan dan peluang. Lantas aku bertanya, bukankah aku lebih baik menghindarinya? “ tidak nak!! ia menyelimuti peluang serupa telur yang dibungkus cangkang, kau harus melaluinya. Kesulitan pula yang menyingkirkan para pesaing sehingga semakin mudah kau berjalan”.

Mungkin diantara kita sedang berada diantara penjara kesulitan, dan kesempatan yang kita miliki terasa kecil sekali. Tadi malam saya menonton pertandingan liga champions antara Inter Milan dan Barcelona. Ada sesuatu yang hebat disana, tim sekelas Inter Milan yang notabene jarang menjuarai kompetisi liga champions dapat memukul telak tamunya Barcelona dengan skor 3-1. kemenangan itu adalah sebuah kemenangan yang sangat luar biasa, kata sang pelatih Jose Maurinho. Dengan materi pemain yang dibawah lawannya, tetapi dengan optimisme, terus berusaha dengan sebaik-baiknya, kesempatan sekecil apapun menunjukan masih adanya harapan.

Kawan, saya tak lagi membahas pertandingan Inter Milan versus Barcelona. Tetapi, jika pada malam tadi Si La beneamata kalah atau saat kenyataan tak sesuai impian apa yang hendak dilakukan?? Mungkin hal tersebut, saat kenyataan tak sesuai dengan impian sering juga melanda pada diri kita.

Banyak orang yang merasa frustasi, kecewa ketika kenyataan tak sesuai dengan impian. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di universitas A tapi nyatanya biaya tak mencukupi atau tidak lolos UM nya. Atau, mereka yang merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapat pekerjaan bertaraf nasional atau internasional tapi nyatanya yang didapat pekerjaan yang biasa-biasa saja. Ada juga seorang pengusaha yang ingin mendapatkan keuntungan hingga 2 kali lipatnya malah akhirnya mengalami kebangkrutan.

Kawan, apa yang kita harapkan kadang-kadang memang tak sesuai dengan apa yang kita cita-citakan atau impikan. Seperti sebuah rel kereta api, antara kenyataan dan impian tak pernah bertemu ujungnya. Pernah suatu ketika, 4 dari 8 proyek yang telah kami selesai kerjakan, hasilnya tak dapat kami uangkan. Bahkan sampai perusahaan konsultan kami harus menanggung beberapa hutang dan akhirnya terpuruk. Nah, ketika kita berada dalam kondisi-kondisi seperti diatas, apa yang hendak kita lakukan?

1.      Bertindaklah secara fleksibel dan dinamis

Jika kita benar-benar ingin menggapai kesuksesan, maka diperlukan “kesiapan” untuk bertindak fleksibel dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi. Konon bambu adalah tanaman yang paling fleksibel. Coba perhatikan ketika ada badai besar, tak jarang kita melihat banyak pohon yang memiliki batang besar tumbang! Apa sebab? Sebab mereka tidak kuat menahan beban yang diterima.

Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya lentur, bambu dapat dengan leluasa bergerak ke segala arah, dan jarang tumbang. Nah begitupun dengan kita! jika kita berpikir dinamis dan fleksibel, maka kita akan lebih tahan menghadapi tantangan dan perubahan serta segala masalah yang dating.

2.      Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik untuk kita.

Saat kenyataan tidak sesuai dengan impian, percayalah bahwa inilah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu scenario yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bias jadi justru sebaliknya di mata Tuhan. Berpikirlah positif apapun yang terjadi pada diri kita, jangan biarkan setiap kegagalan membuat kita kecewa apalagi sampai frustasi yang berlarut-larut.

Kawan, apa yang pernah kau lakukan jika impianmu tak tercapai? Saya biasa mengatakan:

“ sudahlah Candra, kau tak perlu kecewa, don’t ask me why, It is good for you! Sekarang dengarkan baik-baik, Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik! Tuhan tahu kamu orang yang baik dan bijaksana, hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu memang selalu dilahirkan untuk selalu menjadi pemenang”.

Apa yang saya lakukan diatas adalah afirmasi. Afirmasi, kata beberapa trainer motivasi adalah kata-kata positif yang diucapkan berulang-ulang dan diyakini untuk membentuk citra positif untuk mengurangi sikap-sikap negative dalam diri kita. Kata-kata afirmasi ini bias kita buat atau rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan secara verbal atau dalam hati. Itu ilmu yang pernah saya dapat dari Mas Didik Hermawan. Katanya, yang mulai berkecimpung di dunia Hypnotherapy, afirmasi itu akan “terekam” oleh alam bawah sadar kita. Dan jika terus-menerus diucapkan dan dengan penuh keyakinan, maka kita sedang atau akan menjadi seperti itu adanya, yang kita ucapkan. Dengan kata lain afirmasi itu sama seperti doa.

Okay, selanjutnya, meski apa yang kita harapkan belum sesuai dengan impian, namun kita harus….

3.        Tetap siapkan mental PEMENANG

Saat kita mengalami kegagalan, lebih baik instropeksi diri daripada menyalahkan takdir, siapa tahu memang kita belum siap jadi pemenang. Bisa jadi kesuksesan membuat diri menjadi sombong, dan karena saking sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak mau hamba Nya berbuat dosa.

Tak ada jalan pintas menuju sebuah kesuksesan. Mungkin ada, seperti Gayus misalnya. Tapi??? Malam minggu kemarin, tak sengaja saya bertemu pengusaha kertas dari Mojokerto di sebuah kedai kopi. Dia sedang mengalami keterpurukan atas usahanya, dan sedang berusaha bangkit kembali. Memang liku hidup setiap manusia tidak sama. Tapi ingat, kesempatan untuk menang selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali!

Rejeki dan kemenangan sungguh tak terkira banyaknya dari Tuhan, dan masih menggantung dilangit. Sekarang tinggal cara kita, apakah mau meraihnya? Ataukah mengharap turun dengan sendirinya? Kita semua tahu, yang namanya kemenangan selalu dimiliki oleh mereka yang tak pernah berhenti berusaha. The last but not least…, terkadang Tuhan menutup pintu yang satu untuk membuka pintu yang lain.

Okay, sekedar diary penyemangat jiwa saya yang masih jauh dari sebuah kata sukses. Teringat sebuah pesan dari Mas Sakti Wibowo “ PEMENANG bukanlah mereka yang berlari paling DEPAN, tetapi mereka yang TETAP BERTAHAN hingga akhir PERTANDINGAN”.

0 komentar: